Kamis, 05 September 2019

LAPORAN PENGOSONGAN, PEMVAKUMAN & PENGISIAN REFRIGERAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK

Job ke            : 3
Semester        : 5
Hari/tanggal   :


PENGOSONGAN, PEMVAKUMAN & PENGISIAN REFRIGERAN
Nama          : Yusuf Dwi Cahyono
Kelas           : XII TKR 1
Absen         : 30
Kelompok  : 4
A. Tujuan Setelah praktek, siswa diharapkan dapat:
1. Mengosongkan refrigeran AC mobil dengan benar
2. Memvakum AC mobil
3. Memeriksa kebocoran pada sistem
4. Menambahkan kekurangan oli pada sistem
5. Mengisi refrigeran dengan jumlah yang optimal.

B. Alat–Alat Yang Digunakan
1. Pompa vakum
2. Manifold gauge
3. Alat test kebocoran
4.  Tabung refrigeran
6.  Stand AC 

C. Keselamatan Kerja
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan praktek.
2. Menggunakan pakaiam praktek saat kerja.
3. Menggunakan alat sebagaimana fungsinya.
4. Bekerja sesuai SOP.
5. Menjaga kebersihan tempat praktek.



D. Gambar kerja dan fungsi tiap komponen



1. Kompresor AC

Fungsi kompresor AC adalah untuk memompa aliran freon agar freon mampu bersirkulasi ke semua komponen AC mobil. Namun kompresor ini tidak hanya membuat freon bersirkulasi, kompresor akan menekan freon agar molekul freon lebih rapat.
Hasilnya, freon akan berubah wujud menjadi cair dan tekanan freon pun jauh lebih besar dibandingkan pada selang input kompresor. Hal ini ditujukan agar proses ekspansi dapat berjalan dengan mulus.

2. Magnetic clutch

Fungsi magnetic clutch adalah untuk mengatur kapan waktu kompresor bekerja meski dan berhenti meskipun pulley mesin tetap berputar. Saat kompresor bekerja, maka tekanan freon yang keluar dari kompresor terus meningkat. Apalagi ketika mesin digas, maka penambahan tekanan freon menjadi lebih cepat.

3. Kondensor

Fungsi kondensor adalah untuk memindahkan panas dari dalam freon/refrigerant ke udara bebas. Prinsip kerja kondensor seperti radiator, dimana untuk memindahkan panas semaksimal mungkin, maka freon terlebih dahulu dilewatkan dalam beberapa core.




4. Dryer

Dryer merupakan komponen tambahan pada sistem AC yang fungsinya mirip filter. Sesuai namanya, fungsi utama dryer adalah mengeringkan freon dari air. Meski siklus AC mobil itu tertutup, tapi tidak menutup kemungkinan ada sedikit uap air masuk ke dalam saluran AC.

5. Expansion valve

Fungsi expansion valve adalah untuk mengubah wujud freon cair agar condong ke bentuk gas melalui proses spraying. Kita ibaratkan parfum spray, meski suhu tabung parfum normal (tidak dingin) namun ketika kita semprotkan parfum tersebut akan terasa sejuk

6. Evaporator

Fungsi evaporator adalah untuk mendinginkan udara yang akan diventilasikan kedalam kabin. Prinsip kerja evaporator juga sama seperti kondensor, dimana freon bersuhu dingin akan disalurkan kedalam core yang juga terdapat sirip-sirip konduktor.

7. Cooling fan

Fungsi cooling fan ternyata bukan hanya sebagai pendingin radiatior, tetapi cooling fan juga berfungsi mendinginkan kondensor yang terletak didepan radiator mobil. Sehingga ketika kita menyalakan AC pasti kipas pendingin akan berputar meski suhu mesin masih dingin.


10. Blower

Blower berfungsi untuk menghembuskan udara melewati evaporator. Blower ini yang menjadi ventilator dari sistem ventilasi mobil

11. Freon

Komponen berikutnya adalah freon selaku refrigerant. Freon merupakan gas khusus yang memiliki suhu normal dingin.











E. Langkah Kerja
1. Pemeriksaan jumlah refrigeran di dalam sistem
a.      memasang manifold gauge pada kompresor
b.      menjalankan engine dan AC sesuai prosedur yang benar
c.       melakukan pengamatan pada manifold gauge dan gelas penduga (sight glass), biasanya gelas penduga ada pada bagian atas dryer
·         Massa refrigeran kurang: terlihat gelembung secara terus menerus pada gelas penduga, sedangkan pada manifold gauge, tekanan saluran hisap dan saluran tekan, rendah.
·         Massa refrigeran optimal , tidak terlihat gelembung tetapi sesekali gelembung atau riak terlihat.
·         Massa refrigeran berlebihan: tidak terlihat adanya gelembung, tekanan saluran hisap maupun tekanan saluran tekan, tinggi.
·         Sistem kosong: tidak ada gelembung dan tekanan kerja mendekati nol.
2. Pengosongan Refrigeran (discharging)
a.      memasang manifold gauge pada kompresor
b.      menghubungkan selang tengah dengan suatu wadah penampung, agar oli refrigeran yang ikut keluar bersama refrigeran dapat diketahui.
c.       membukalah katup Lo dan Hi pada manifold gauge.
d.      Melakukan pengosongan sampai tekanan refrigeran di dalam sistem mendekati nol.
3. Memvakum Sistem AC (evacuating)
a.      memindahkan selang tengah dari manifold gauge ke pompa vakum.
b.      menghidupkan pompa vakum, posisi manifold gauge dibuka semua.
c.       Menutup semua katup dan  mematikan pompa vakum setelah 10 menit.
4. Pemeriksaan kebocoran
a.      melepaskan selang manifold tengah dari pompa vakum dan dmenghubungkan ke tabung gas untuk memeriksa kebocoran.
b.      membuka katup  Hi tetapi katup Lo dibiarkan tertutup.
c.       ketika tekanan pada low gauge mencapai 4 bar (58,8 psig), tu katup Hi.
d.      Memeriksa kebocoran  dengan air.
5. Penambahan oli pada system.
a.      menutuplah katup Lo dan Hi serta matikan pompa vakum.
b.      menyiapkan sejumlah oli yang akan ditambahkan ke dalam sistem pada wadah atau takaran oli.
c.       melepas selang sisi low pressure dari manifold gauge, dan memindahkan ke wadah oli yang telah disiapkan.
d.      menghidupkan pompa vakum, kemudian membuka katup Hi sedikit saja untuk menghindari oli ikut tersedot keluar.
e.      Setelah oli habis menutup katup Hi dan mematikan pompa vakum.
f.        memasang kembali selang sisi tekanan rendah pada manifold gauge.
g.      menghidupkan pompa vakum dan buka kedua katup Lo dan Hi.


6. Pengisian refrigeran pada AC mobil
a.      menyambungkan selang tengah manifold gauge ke tabung refrigeran.
b.      membuka katup tabung refrigerant.
c.       membukalah katup Lo, sedangkan katup Hi tetap tertutup.
d.      menghidupkan AC, memutaran blower High dan temperatur kontrol maksimum.
e.      membuka kembali katup Lo, dan mengisikan refrigeran sampai pada jumlah refrigeran optimal.
f.        menutup katup Lo dan katup tabung refrigeran.
g.      mematikan AC dan engine penggerak.
h.      Setelah tekanan stabil, melepas manifold gauge dari sistem dan tabung refrigeran.
i.        Langkah pengisian refrigeran selesai.

F. Hasil Pemeriksaan
·         Kondisi sistem ac dalam keadaan baik, tidak perlu adanya pengantian komponen.
·         Katup vakum exspansi mengalami kebocoran sehingga perlu diperbaiki
·         Sistem ac berfungsi dengan baik, setiap komponen dapat berfunsi sebagai mestinya.
·          Arus dari baterai yang mengalir paling besar adalah pada kompresor dan ekstra van. Untuk itu, pada kompresor dan ekstra fan dilengkapi dengan relai untuk mengurangi kerugian arus yang disebabkan oleh tahanan kabel.
·          Pada saat melakukan pengisian refrigerant pada sistem AC, kami menemukan bahwa tekanan pada sisi tekanan rendah sudah mencapai 29 Psi, namun pada sisi tekanan tinggi, belum mencapai spesifikasi yaitu 213 Psi. Hal itu disebabkan karena RPM motor/mesin penggerak dibawah 2000 rpm, yaitu sekitar 1500 rpm. Dengan demikian, bahwa putaran yang kurang akan mempengaruhi tekanan pada kompresor.
·         Jika melakukan pengisian dengan menggunakan RPM rendah, maka tekanan spesifikasi tidak bisa secara mutlak digunakan, karena pada sisi tekanan rendah bisa melebihi spesifikasi, sementara pada sisi tekanan tinggi, tak kunjung mencapai spesifikasi. Maka jika melakukan pengisian pada tekanan rendah, yang paling baik digunakan sebagai acuan adalah gelembung busa pada receiver/driyer.


G. KESIMPULAN
        Sistem AC yang kami gunakan sebagai bahan praktik dalam keadaan baik. Dilihat dari kelengkapan komponen, dan semua komponen dapat bekerja sesuai dengan fungsinya, sehingga sistem AC dapat bekerja dengan baik. Selain itu kami juga mengetahui cara kerja dari ac, komponen dalam sistem ac.






KOREKTOR
NILAI
PEMBUAT









Sumber:

https://journal.uny.ac.id
buku new step 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar