|
Semester : 5
Hari/tanggal : Jumat,
27 Juli 2018
|
OVERHOUL KOMPRESOR
|
Nama : Yusuf Dwi Cahyono
Kelas : XII TKR 1
Absen : 30
Kelompok : 4
|
|
I.
KOMPETENSI
1.
Siswa dapat mengidentifikasi kerusakan system pengapian kijang 7k
2.
Siwa dapat mengetahui proses system pengapiang kijang 7k
3.
Siswa dapat mengetahui kinerja motor Toyota Kijang 7K
II.
TUJUAN
Tujuan Overhaul engine
trainer Toyota Kijang 4K ini adalah sebagai berikut :
·
Mengetahui cara Tune-Up
·
Mengetahui bagin-bagian mana yang
perlu disetel atau dicekpada saat mesin dingin.
·
Mengetahui bagian bagian mana yang
perlu disetel /dicek pada saat mesin hidup.
·
Mengetahui bagian bagian mana yang
perlu disetel atau dicek pada saat mesin setelah mesin panas
III.
ALAT DAN BAHAN
-Fender
cover
-Kompresi tester
-Drive
cover
-Hydrometer
-Sit cover
-Belt tension gauge
-Flour
caver
-radiator tester
-Timing
light
-Kunci ring lengkap
-Radiator
cap
tester
-Kunci pas 1 set
-Spring
scale
-Kunci momen
-Tune-up
tester
-Filler gauge
-Multi
tester
-Obeng – dan +
IV.
KESELAMATAN
KERJA
·
Alat dan bahan jangan pernah jatuh
kelantai.
·
Gunakan baju kerja praktek yang sudah
ditetapkan.
·
Janganlah mengkencangkan baut-baut
kompenen sangat keras, karena peluang akan rusak atau patah.
·
Check alat-alat yang dibutuhkan,
kepresisiannya, kelengkapan, dan mutunya.
·
Jika masih ragu tanyakan pada guru atau
instruktur.
·
Bersihkan temat setelah digunakan dan
kembalikan alat sesua keadaan awal.
V.
GAMBAR
KERJA DAN FUNGSI KOMPONEN
1)
Baterai merupakan bagian yang sangat penting bagi sistem
kelistrikan kendaraan.Bateraiberfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam
bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplainarus kesistem
pengapian sistem stater, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan
lainnya listik.
2)
Kunci kontak
(ignition switch)Berfungsi sebagai pemutus dan Penghubung arus listrik dari
baterai ke sistem kelistrikanSekaligus sebagai Pertanda dan perintah untuk menghidupkan
dan mematikan motor.
3)
Sekeringdari
bahasa Belanda (zekering) adalah suatu alat yang digunakan sebagai pengaman
dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi kelebihan muatan listrik atau
suatu hubungan arus pendek. Tujuan sekering pada rangkaian kelistrikan adalah
untuk melindungi kabel-kabel.
4)
Ignition coil adalah komponen dari sistem pengapian yang
merupakan lilitan kawat khusus yang berfungsi untuk menaikkan tegangan
listrik baterai yaitu dari tegangan sebesar 12 volt menjadi tegangan tinggi
hingga 10.000 volt atau lebih.
5)
kabel
tegangan tinggi berfungsi untuk mengalirkan tegangan tinggi dari koil
terminal sekunder ke tutup distributor dan selanjutnya akan diteruskan
ketiap-tiap busi sesuai nomer urut pembakaran
6)
Distributor
pada sistem pengapian berfungsi untuk mendistribusikan atau membagi-bagikan tegangan
tinggi yang dihasilkan oleh koil ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan
penyalaan (firing order).
7)
Igniter terdiri dari beberapa bagian, yaitu penstabil
tegangan (voltage stabilizer), pembentukpulsa (pulse shaper), pengatur sudut
dwell (dwell angle control), penguat pulsa (amplifier), dan transistor power.
8)
Busi
merupakan komponen pada sistem pengapian yang berfungsi untuk memercikkan
bunga api dengan menggunakan egangan tinggi yang dihasilkan koil yang
nantinya digunakan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah
dikompresikan di dalam silinder.
Prinsip
kerja dari sistem pengapian transistor tipe induktif diatas dibedakan menjadi
beberapa bagian yaitu:
a)Pada Saat Mesin Mati
Apabila pada saat mesin mati dan
kunci kontak ON tegangan dari aterai akan di alirkan ke terminal (P),
besarnyategangan pada erminal (P) selanjutnya akan diatur oleh pembagi tegangan,
yaitu R1 dan R2 sehinggategangan berada dibawahtegangan basis kerja
transistor yang selanjutnya digunakan untuk mengaktifkan transistor melalui pick up coil. Hal ini akan
membuattransistor tidak akan aktif (OFF) ketika mesin kendaraan dalam keadaan
mati atau tidak hidup,dengan begitu tidak akan ada arus yang mengalir ke koil primer .
b) Pada Saat Mesin Hidup
Pada saat mesin hidup, rotor
sinyal berputar mendekati pick up coil dan menyebabkan terjadinya tegangan AC
pada pick up coil. Apabila tegangan yang dihasilkan adalah berupa tegangan
positif, maka tegangan ini akan ditambahkan dengan tegangan yang berasal dari
battery yang selanjutnya dialirkan ke titik (P), akibatnya tegangan dipick–up
coil (titik Q) akan menjadi tegangan yang lebih besar melebihi tegangan basis
pada transistor, akibat dari tegangan yang lebih besar tersebut transistor
menjadi aktif (ON), sehingga kaki kolektor dan emitor akan terhubung dan
menyebabkan arus dari batrai mengalik ke kunci kontak, kumparan primer koil,
kolektor, emitor dan ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil akan
menyebabkan terjadinya medan magnet pada koil.Apabila tegangan AC yang
dihasilkan pada pick-up coil berupa tegangan negatif maka tegangan akan
tambahkan pada tegangan dititik (P) sehingga tegangan pada pick-up (titik Q)
akan menjadi turun ibawah tegangan basis transistor, akibat dari penurunan
tegangan ini transistor menjadi tidak aktif (OFF) dan kaki kolektor dan
emitor tidak terhubung. Hal ini akan menyebabkan aliran pada arus primer koil
dengan cepat berhenti dan medan magnet pada koil cepat berubah, perubahan
gaya magnet pada koil dengan cepat dapat menyebabkan penginduksi
30pada kumparan sekunder, dan
selanjutnya tegangan tinggi ini akan di teruskan ke setiap busi sesuai dengan
nomer urut penyalaan melalui kabel tegangan tinggi
VI.
HASIL
PENGUKURAN
C. Langkah Kerja
·
Persiapkan
peralatan dan bahan sesuai dengan keperluan
·
Membuka
kap mobil
·
Pasang
fender cover, drive cover, sit cover dan fleur cover
·
Lakukan
Tune-Up
·
Tempatkan
kembali peralatan dan bahan pada tempat yang disediakan
·
Lakukan
Kebersihan peralatan dan tempat kerja
PELUMASAN
•
Tarik
batang pengukur, lap ujungnya, dan kembali masukkan.
•
Tarik
kembali dan periksa volume oli (diantara Full dan Low)
Hasil
: oli masih dalam batas normal
Keterangan : Tidak usahmelakukan pengisian ulang
Serta kualitas oli dengan melihat warna dan kepekatan oli.
Lihat
perubahan warna pada oli mesin
Kualitas oli (warna oli)
Putih :
bercampur air
Hitam : sudah tidak layak pakai Kaya minyak goreng : baik Hasil : warnal oli hitam Keterangan : oli harus di ganti
·
PENDINGINAN
•
Periksa
kualitas dan kapasitas air pendingin
Hasil
:Kualitas jelek kapasitas
sesuai/cukup
Keterangan
: Air pendingin harus di ganti
•
Periksa
volume tangki cadangan
Hasil
: Kapasitas sudah full/cukup sesuai STD
Keterngan
: Tidak perlu melakukan pengisian
•
Tes
kebocoran sistem pendingin (menggunakan radiator tester beri tekanan sampai
1,2
Kg/Cm2)
a.
periksa
slang radiator
b. periksa
klem
c.
periksa
kebocoran sirip-sirip
d. periksa
kran penguras
Hasil
: Tidak ada kebocoran
Keterangan
: Kondisi semua komponen masih layak pakai
•
Pemeriksaan
tutup radiator (menggunakan radiator cup tester beri tekanan 0,6 – 1,2 Kg/Cm2)
Hasil
: Tutup radiator bocor
Keterangan
: Harus di ganti
•
Periksa
tali kipas : secara visual periksa dari kemungkinan retak/aus
Hasil
: Kondisi tali kipas retak dan aus
Keterangan : Tali kipas harus di ganti
·
BATERAI
1.
Lepas pole baterai (terminal (-) terlebih dahulu.
2.
Angkat baterai (posisikan tangan dibawah kotak baterai)
3.
Periksa kotak, dari kemungkinan retak, menggelembung.
Hasil : Kotak baterai baik Keterangan : Tidak menggelembung.
4.
Periksa volume elektrolit
Hasil : Sebagian Kurang
Keterangan ; Harus di tambahi
6.
Periksa berat jenis elektrolit, dengan menggunakan hidrometer (kondisi baik
bila pada skala diantara 1,25 - 1,27)
-
Hydrometer
Digunakan
untuk mengukur kedalam cairan elektrolit yang terdapat didalam baterai, alat
ini juga dilengkapi dengan ukuran yang sudah ditentukan SI agar kita dalam
mengidentifikasi baterai mudah
Hasil : no 1 = 1,12 no 2 = 1,12 no 3 = 1,10 no 4 = 1,10 no 5 = 1,10 no 6 = 1,10 Keteranagan ; Sebagian harus di tambah karena belum sampai batas maksimum
7. Mengukur
tegangan baterai dengan avo meter
Avo Meter
Digunakan untuk mengukur arus listrik yang terdapat dalam
baterai apakah masih ada arus atau sudah tidak ada arus listriknya
Untuk mengukur baterai pada posisi avo meter pada volt DC
Hasi
: arus batrai 12 volt
Keterangan : Masih bisa di pakai...
8.
Periksa kondisi dari pole/terminal
Hasil : Pole kotor dan lecet-lecet
Keterangan : Harus di bersihkan
· SARINGAN
BAHAN BAKAR
1. lepas filter bahan bakar 2. Perhatikan saluran masuk dan buangnya 3. Semprotkan udara bertekanan rendah 4. Urutan penyemprotan : saluran buang - saluran masuk, saluran masuk - saluran buang, saluran buang - saluran masuk. 5. Tiup ( dengan mulut ) dari saluran masuk dan buangnya. Apabila ringan : berarti bersih, apabila berat harus diganti.
Hasil : Filter bahan bakar dalam
kondisi jelek
Keterangan : Harus di ganti
· SARINGAN
UDARA(Air filter)
1. Lepas klip 2. Periksa secara visual elemen saringan udara 3. Semprot elemen saringan udara dengan urutan : dari dalam - keluar, dari luar - ke dalam, dari dalam - keluar. 4. Lap rumah saringan udara.
5. Pasang, perhatikan tanda panah
yang ada pada tutup rumah saringan
Hasil :saringan udara kurang baik Keterangan : Harus di ganti karena elemen sudah hitam dan tidak bisa di bersihkan
·
BUSI
Memeriksa
kualitas busi
- Warna busi Abu-Abu muda : dalam keadaan baik Putih : tingkat panas terlalu rendah (over heating) Hitam basah : minyak pelumas masuk keruang bakar Hitam kering : pembakaran tidak sempurna Hasil : Warana busi Hitam basah
-
Standar
celah busi : 0,70-0,80 mm
Hasil
; No.1 0,70 mm Kondisi
No.2 0,70 mm Kondisi
No.3 0.80 mm Kondisi
No.4 0,80
mm Kondisi
Keterangan : Celah busi masih dalam kondisi baik
-
Standar
tahanan kabel busi : < 25 KΩ
Hasil
;
Busi No.1 (< 25 KΩ) 1 KΩ
No.2 (<
25 KΩ) 1 KΩ
No.3 (< 25
KΩ)1 KΩ
No.4 (< 25
KΩ) 1 KΩ
Kabel
Coil (<
25 KΩ)2 KΩ
Keterangan: tahanan kabel busi
dalam kondisi bagus
COIL
Ø
Memeriksa
primary coil
Standar
tahanan primary coil : 1,3 – 1,6 Ω . Mengukur tahanan primary coil pada
posisi avometer pada 1x ohm. Kabel merah diarahkan ke negative coil
Hasil : Tahanan primer Coil ( 1,5 Ω) Keterangan : Tahanan primer Coil masih baik
Ø Memeriksa
secondary coil
Standar
tahanan secondary coil : 10,7-14,5 ohm. Mengukur tahanan secondary coil pada
posisi avo meter pada 1x ohm. Kabel merah diarahkan keterminal positif coil
dan kabel hitam di arahkan ke terminal tegangan tinggi coil.
Hasil : Tahanan Scunder Coil ( 12,3
KΩ)
Keterangan : Tahanan Scunder Coil masih baik
·
DISTRIBUTOR
Ø Pemeriksaan
body distributor
· Governor
advancer yaitu untuk memajukan saat pengapian pada saat putaran mesin tinggi.
Cara memeriksanya yaitu dengan memutar rotor searah jarum jam dan kemudian
dilepas rotor akan kembali.
Hasil : Governor advancer baik
Vacum advancer yaitu untuk
memajukan saat pengapian berdasarkan kevakuman intake manifold. Cara
memeriksanya yaitu isaplah selang yang ke vakum advancer dan perhatikan
dudukan platina maka kelihatan ada gerakan. Apabila tidak berarti ada
kebocoran atau terjadi kemagnetan padaplat rumah platina.
Hasil :
Vacum advancer baik
· Oktan
selector yaitu untuk memajukan pengapian berdasarkan nilai oktan bahan bakar.
Cara memeriksanya yaitu putarlah oktan selekto r pada posisi standar 50 (
garis tebal berada segaris dengan rumah).
Ø Standar
celah platina : 0,45 mm
Hasil : celah platina harus di setel
·
PEMERIKSAAN DWELL ANGLE
Yaitu suatu sudut antara platina mulai menutup dan sampai
membuka. Untuk mesin 4 silinder CDA 520 ± 60 . pada
saat melakukan tune-up periksalah CDAnya karena apabila CDA terlalu besar
coil akan panas dn kalau terlalu kecil kemagnean primer coil akan
kecil dan induksi sekunder juga kecil. Arahkan selector ke warna orange arah
4, kabel merah diarahkan keterminal negative coil, dan kabel hitam diarahkan
ke massa
Hasil :Sudut Dwell Sudah 52 0
PENYETELAN PUTARAN IDLE
(RPM)
Cara penyetelan putaran idle yaitu
:
Ø Hidupkan
mesin hingga temperature tinggi
Ø Putar
baut penyetelan campuran ( rpm tinggi maksimal)
Ø Putar baut penyatelan putaran
idling (idle speed adjusting screw ) hingga putaran idle tercapai.mesin type
K putaran idle 750 Rpm. Arahkan selector ke warna hijau muda, kabel merah
diarahkan keterminal negative coil, dan kabel hitam diarahkan ke maassa
Hasil : Setelah penyetelan putaran idle RPMnya 750.
· PEMERIKSAAN SAAT PENGAPAIAN
Ø
Pada saaat pemeriksaan saat pengapian saringan udara ( air
filter ) harus terpasang .
Ø
Apabila menggunakan vacuum ganda maka selang ke idle
advancer dilepaskan dan di sumbat
Dengan menggunakan lampu timing
periksalah saat pengapian sesuai standar mesin. Mesin 5K 50 Sebelum TMA. Kabel merah
diarahkan ke terminal positif baterai , kabel hitam diarahkan ke terminal
negative baterai, dan kabel yang satu dikaitkan bun nomer satu.
· Prosedur
penyetelan katup
Langkah-langkah penyetelan katup yaitu:
a)
Persiapkan alat dan bahan sesuai dengan keperluan
b)
Buka tutup kepala silinder dengan menggunakan kunci ring
16-17
c)
Atur tab (putaran poros engkol) pada posisi 00
d)
Atur katup menggunakan filler gauge, kunci 16-17, dan
obeng (-) dan (+)
e)
EX : 0,30 mm
IN : 0,20 mm
Tabel penyetelan katup
TOP 1
TOP 4
VII.
KESIMPULAN
Tune
up adalah pekerjaan sevis ringan mesin yang bertujuan untuk mendapatkan
performa mesin yang maksimal, dan juga menjaga mesin dalam kondisi baik dan
prima. Karena mesin dioiperasikan terus menerus, maka akan memungkinkan
terjadinya penurunan performa mesin
Saran:
hendaknya tune up dilakukan secara berkala hal ini bertujuan agar mobil
ketika akan digunakan selalu dalam komdisi yang prima dan maksimal.
|
|
KOREKTOR
|
NILAI
|
PEMBUAT
|
|
|
|
|
Sumber:
https://journal.uny.ac.id
buku new step 1
buku new step 1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar