Kamis, 05 September 2019

laporan overhoul kompresor teknik kendaraan ringan smk


Job ke            : 2
Semester        : 5
Hari/tanggal   : Jumat, 27 Juli 2018



OVERHOUL KOMPRESOR
Nama          : Yusuf Dwi Cahyono
Kelas           : XII TKR 1
Absen         : 30
Kelompok  : 4
       I.            KOMPETENSI
1. Siswa dapat mengidentifikasi kerusakan system pengapian kijang 7k
2. Siwa dapat mengetahui proses system pengapiang kijang 7k
3. Siswa dapat mengetahui kinerja motor Toyota Kijang 7K

    II.            TUJUAN
Tujuan Overhaul engine trainer Toyota Kijang 4K ini adalah sebagai berikut :
·         Mengetahui cara Tune-Up
·         Mengetahui bagin-bagian mana yang perlu disetel atau dicekpada saat mesin dingin.
·         Mengetahui bagian bagian mana yang perlu disetel /dicek pada saat mesin hidup.
·         Mengetahui bagian bagian mana yang perlu disetel atau dicek pada saat mesin setelah mesin panas

 III.             ALAT DAN BAHAN
-Fender cover                                      -Kompresi tester
-Drive cover                                        -Hydrometer
-Sit cover                                             -Belt tension gauge
-Flour caver                                         -radiator tester
-Timing light                                       -Kunci ring lengkap
-Radiator cap tester                             -Kunci pas 1 set
-Spring scale                                        -Kunci momen
-Tune-up tester                                    -Filler gauge
-Multi tester                                        -Obeng – dan +

 IV.            KESELAMATAN KERJA
·         Alat dan bahan jangan pernah jatuh kelantai.
·         Gunakan baju kerja praktek yang sudah ditetapkan.
·         Janganlah mengkencangkan baut-baut kompenen sangat keras, karena peluang akan rusak atau patah.
·         Check alat-alat yang dibutuhkan, kepresisiannya, kelengkapan, dan mutunya.
·         Jika masih ragu tanyakan pada guru atau instruktur.
·         Bersihkan temat setelah digunakan dan kembalikan alat sesua keadaan awal.

    V.            GAMBAR KERJA DAN FUNGSI KOMPONEN 



1)           Baterai merupakan bagian yang sangat penting bagi sistem kelistrikan kendaraan.Bateraiberfungsi untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplainarus kesistem pengapian sistem stater, lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan lainnya listik.
2)           Kunci kontak (ignition switch)Berfungsi sebagai pemutus dan Penghubung arus listrik dari baterai ke sistem kelistrikanSekaligus sebagai Pertanda dan perintah untuk menghidupkan dan mematikan motor.
3)           Sekeringdari bahasa Belanda (zekering) adalah suatu alat yang digunakan sebagai pengaman dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi kelebihan muatan listrik atau suatu hubungan arus pendek. Tujuan sekering pada rangkaian kelistrikan adalah untuk melindungi kabel-kabel.
4)           Ignition coil adalah komponen dari sistem pengapian yang merupakan lilitan kawat khusus yang berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik baterai yaitu dari tegangan sebesar 12 volt menjadi tegangan tinggi hingga 10.000 volt atau lebih.
5)           kabel tegangan tinggi berfungsi untuk mengalirkan tegangan tinggi dari koil terminal sekunder ke tutup distributor dan selanjutnya akan diteruskan ketiap-tiap busi sesuai nomer urut pembakaran
6)         Distributor pada sistem pengapian berfungsi untuk mendistribusikan atau membagi-bagikan tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan penyalaan (firing order).
7)         Igniter terdiri dari beberapa bagian, yaitu penstabil tegangan (voltage stabilizer), pembentukpulsa (pulse shaper), pengatur sudut dwell (dwell angle control), penguat pulsa (amplifier), dan transistor power.
8)         Busi merupakan komponen pada sistem pengapian yang berfungsi untuk memercikkan bunga api dengan menggunakan egangan tinggi yang dihasilkan koil yang nantinya digunakan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresikan di dalam silinder.


Prinsip kerja dari sistem pengapian transistor tipe induktif diatas dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu:
a)Pada Saat Mesin Mati
Apabila pada saat mesin mati dan kunci kontak ON tegangan dari aterai akan di alirkan ke terminal (P), besarnyategangan pada erminal (P) selanjutnya akan diatur oleh pembagi tegangan, yaitu R1 dan R2 sehinggategangan berada dibawahtegangan basis kerja transistor yang selanjutnya digunakan untuk mengaktifkan  transistor melalui pick up coil. Hal ini akan membuattransistor tidak akan aktif (OFF) ketika mesin kendaraan dalam keadaan mati atau tidak hidup,dengan begitu tidak akan ada arus  yang mengalir ke koil primer .
b) Pada Saat Mesin Hidup
Pada saat mesin hidup, rotor sinyal berputar mendekati pick up coil dan menyebabkan terjadinya tegangan AC pada pick up coil. Apabila tegangan yang dihasilkan adalah berupa tegangan positif, maka tegangan ini akan ditambahkan dengan tegangan yang berasal dari battery yang selanjutnya dialirkan ke titik (P), akibatnya tegangan dipick–up coil (titik Q) akan menjadi tegangan yang lebih besar melebihi tegangan basis pada transistor, akibat dari tegangan yang lebih besar tersebut transistor menjadi aktif (ON), sehingga kaki kolektor dan emitor akan terhubung dan menyebabkan arus dari batrai mengalik ke kunci kontak, kumparan primer koil, kolektor, emitor dan ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil akan menyebabkan terjadinya medan magnet pada koil.Apabila tegangan AC yang dihasilkan pada pick-up coil berupa tegangan negatif maka tegangan akan tambahkan pada tegangan dititik (P) sehingga tegangan pada pick-up (titik Q) akan menjadi turun ibawah tegangan basis transistor, akibat dari penurunan tegangan ini transistor menjadi tidak aktif (OFF) dan kaki kolektor dan emitor tidak terhubung. Hal ini akan menyebabkan aliran pada arus primer koil dengan cepat berhenti dan medan magnet pada koil cepat berubah, perubahan gaya magnet pada koil dengan cepat dapat menyebabkan penginduksi
30pada kumparan sekunder, dan selanjutnya tegangan tinggi ini akan di teruskan ke setiap busi sesuai dengan nomer urut penyalaan melalui kabel tegangan tinggi


 VI.            HASIL PENGUKURAN
C.    Langkah Kerja
·         Persiapkan peralatan dan bahan sesuai dengan keperluan
·         Membuka kap mobil
·         Pasang fender cover, drive cover, sit cover dan fleur cover
·         Lakukan  Tune-Up
·         Tempatkan kembali peralatan dan bahan pada tempat yang disediakan
·         Lakukan Kebersihan peralatan dan tempat kerja

PELUMASAN
         Tarik batang pengukur, lap ujungnya, dan kembali masukkan.
         Tarik kembali dan periksa volume oli (diantara Full dan Low)
Hasil :  oli masih dalam batas normal
Keterangan : Tidak usahmelakukan pengisian ulang
Serta kualitas oli dengan melihat warna dan kepekatan oli.
Lihat perubahan warna pada oli mesin
Kualitas oli (warna oli)
  Putih : bercampur air
Hitam : sudah tidak layak pakai
Kaya minyak goreng : baik
Hasil : warnal oli hitam
Keterangan : oli harus di ganti

·         PENDINGINAN
         Periksa kualitas dan kapasitas air pendingin
Hasil :Kualitas jelek kapasitas   sesuai/cukup
Keterangan : Air pendingin harus di ganti
         Periksa volume tangki cadangan
Hasil : Kapasitas sudah full/cukup sesuai STD
Keterngan : Tidak perlu melakukan pengisian
         Tes kebocoran sistem pendingin (menggunakan radiator tester beri tekanan sampai
1,2 Kg/Cm2)
a.       periksa slang radiator
b.      periksa klem
c.       periksa kebocoran sirip-sirip
d.      periksa kran penguras
Hasil : Tidak ada kebocoran
Keterangan : Kondisi semua komponen masih layak pakai
         Pemeriksaan tutup radiator (menggunakan radiator cup tester beri tekanan 0,6 – 1,2 Kg/Cm2)
Hasil : Tutup radiator bocor
Keterangan : Harus di ganti
            Periksa tali kipas : secara visual periksa dari kemungkinan retak/aus
Hasil : Kondisi tali kipas retak dan aus
Keterangan : Tali kipas harus di ganti

·         BATERAI
1. Lepas pole baterai (terminal (-) terlebih dahulu.
2. Angkat baterai (posisikan tangan dibawah kotak baterai)
3. Periksa kotak, dari kemungkinan retak, menggelembung.
Hasil : Kotak baterai baik
Keterangan : Tidak
menggelembung.
4. Periksa volume elektrolit
Hasil : Sebagian Kurang
Keterangan ; Harus di tambahi
6. Periksa berat jenis elektrolit, dengan menggunakan hidrometer (kondisi baik bila pada skala diantara 1,25 - 1,27)
-        Hydrometer
Digunakan untuk mengukur kedalam cairan elektrolit yang terdapat didalam baterai, alat ini juga dilengkapi dengan ukuran yang sudah ditentukan SI agar kita dalam mengidentifikasi baterai mudah
Hasil :
            no 1 = 1,12
            no 2 = 1,12
            no 3 = 1,10
            no 4 = 1,10
            no 5 = 1,10
            no 6 = 1,10
Keteranagan ;  Sebagian harus di tambah karena belum sampai batas maksimum
7.      Mengukur tegangan baterai dengan avo meter
       Avo Meter
Digunakan untuk mengukur arus listrik yang terdapat dalam baterai apakah masih ada arus atau sudah tidak ada arus listriknya
Untuk mengukur baterai pada posisi avo meter pada volt DC
Hasi : arus batrai 12 volt
Keterangan : Masih bisa di pakai...
8. Periksa kondisi dari pole/terminal
Hasil : Pole kotor dan lecet-lecet
Keterangan : Harus di bersihkan
·        SARINGAN BAHAN BAKAR
1. lepas filter bahan bakar
2. Perhatikan saluran masuk dan buangnya
3. Semprotkan udara bertekanan rendah
4. Urutan penyemprotan : saluran buang - saluran masuk, saluran masuk - saluran buang, saluran buang - saluran masuk.
5. Tiup ( dengan mulut ) dari saluran masuk dan buangnya. Apabila ringan : berarti bersih, apabila berat harus diganti.
Hasil : Filter bahan bakar dalam kondisi jelek
Keterangan : Harus di ganti

·        SARINGAN UDARA(Air filter)

1. Lepas klip
2. Periksa secara visual elemen saringan udara
3. Semprot elemen saringan udara dengan urutan : dari dalam - keluar, dari luar - ke dalam, dari dalam - keluar.
4. Lap rumah saringan udara.
5. Pasang, perhatikan tanda panah yang ada pada tutup rumah saringan
Hasil :saringan udara kurang baik
Keterangan : Harus di ganti karena elemen  sudah hitam dan tidak bisa di bersihkan

·         BUSI
Memeriksa kualitas busi
-        Warna busi Abu-Abu muda : dalam keadaan baik
Putih : tingkat panas terlalu rendah (over heating)
Hitam basah : minyak pelumas masuk keruang bakar
Hitam kering : pembakaran tidak sempurna
Hasil : Warana busi Hitam basah
-        Standar celah busi : 0,70-0,80 mm
Hasil ; No.1   0,70  mm            Kondisi
           No.2  0,70     mm           Kondisi
           No.3   0.80    mm           Kondisi
                 No.4   0,80   mm           Kondisi
Keterangan : Celah busi masih dalam kondisi baik

-        Standar tahanan kabel busi : < 25 KΩ
Hasil ;
Busi     No.1   (<     25   KΩ) 1 KΩ
           No.2    (<     25   KΩ) 1 KΩ
           No.3    (<     25   KΩ)1 KΩ
           No.4    (<     25   KΩ) 1 KΩ
 Kabel Coil     (<     25   KΩ)2 KΩ
Keterangan: tahanan kabel busi dalam kondisi bagus
   
   COIL
          Ø   Memeriksa primary coil
Standar tahanan primary coil : 1,3 – 1,6 Ω . Mengukur tahanan primary coil pada posisi avometer pada 1x ohm. Kabel merah diarahkan ke negative coil
Hasil : Tahanan primer Coil                 (    1,5       Ω)
Keterangan : Tahanan primer Coil masih baik

          Ø   Memeriksa secondary coil
Standar tahanan secondary coil : 10,7-14,5 ohm. Mengukur tahanan secondary coil pada posisi avo meter pada 1x ohm. Kabel merah diarahkan keterminal positif coil dan kabel hitam di arahkan ke terminal tegangan tinggi coil.
Hasil : Tahanan Scunder Coil                (   12,3    KΩ)
Keterangan : Tahanan Scunder Coil masih baik

·         DISTRIBUTOR
          Ø   Pemeriksaan body distributor
·         Governor advancer yaitu untuk memajukan saat pengapian pada saat putaran mesin tinggi. Cara memeriksanya yaitu dengan memutar rotor searah jarum jam dan kemudian dilepas rotor akan kembali.
Hasil :
Governor advancer  baik
 Vacum advancer yaitu untuk memajukan saat pengapian berdasarkan kevakuman intake manifold. Cara memeriksanya yaitu isaplah selang yang ke vakum advancer dan perhatikan dudukan platina maka kelihatan ada gerakan. Apabila tidak berarti ada kebocoran atau terjadi kemagnetan padaplat rumah platina.
                  Hasil : Vacum advancer baik
·         Oktan selector yaitu untuk memajukan pengapian berdasarkan nilai oktan bahan bakar. Cara memeriksanya yaitu putarlah oktan selekto r pada posisi standar 50 ( garis tebal berada segaris dengan rumah).
         Ø   Standar celah platina : 0,45 mm
Hasil : celah platina harus di setel

·         PEMERIKSAAN DWELL ANGLE
Yaitu suatu sudut antara platina mulai menutup dan sampai membuka. Untuk mesin 4 silinder CDA 520 ± 60 . pada saat melakukan tune-up periksalah CDAnya karena apabila CDA terlalu besar coil akan panas  dn kalau  terlalu kecil kemagnean primer coil akan kecil dan induksi sekunder juga kecil. Arahkan selector ke warna orange arah 4, kabel merah diarahkan keterminal negative coil, dan kabel hitam diarahkan ke massa
Hasil :Sudut Dwell Sudah 52 0
  PENYETELAN PUTARAN IDLE (RPM)
Cara penyetelan putaran idle yaitu :
         Ø   Hidupkan mesin hingga temperature tinggi
         Ø   Putar baut penyetelan campuran ( rpm tinggi maksimal)
         Ø   Putar baut penyatelan putaran idling (idle speed adjusting screw ) hingga putaran idle tercapai.mesin type K putaran idle 750 Rpm. Arahkan selector ke warna hijau muda, kabel merah diarahkan keterminal negative coil, dan kabel hitam diarahkan ke maassa
Hasil : Setelah penyetelan putaran idle RPMnya 750.

·        PEMERIKSAAN SAAT PENGAPAIAN
Ø  Pada saaat pemeriksaan saat pengapian saringan udara ( air filter ) harus terpasang .
Ø  Apabila menggunakan vacuum ganda maka selang ke idle advancer dilepaskan dan di sumbat
Dengan menggunakan lampu timing periksalah saat pengapian sesuai standar mesin. Mesin  5K 50 Sebelum TMA. Kabel merah diarahkan ke terminal positif baterai , kabel hitam diarahkan ke terminal negative baterai, dan kabel yang satu dikaitkan bun nomer satu.
·         Prosedur penyetelan katup
Langkah-langkah penyetelan katup yaitu:
a)      Persiapkan alat dan bahan sesuai dengan keperluan
b)      Buka tutup kepala silinder dengan menggunakan kunci ring 16-17
c)      Atur tab (putaran poros engkol) pada posisi 00
d)     Atur katup menggunakan filler gauge, kunci 16-17, dan obeng (-) dan (+)
e)      EX : 0,30 mm       IN : 0,20 mm
Tabel penyetelan katup
TOP 1
Silinder
1
2
3
4
IN
V
V
0
0
EX
V
0
V
0


TOP 4
Silinder
1
2
3
4
IN
0
0
V
V
EX
0
V
0
V

VII.            KESIMPULAN
Tune up adalah pekerjaan sevis ringan mesin yang bertujuan untuk mendapatkan performa mesin yang maksimal, dan juga menjaga mesin dalam kondisi baik dan prima. Karena mesin dioiperasikan terus menerus, maka akan memungkinkan terjadinya penurunan performa mesin
Saran: hendaknya tune up dilakukan secara berkala hal ini bertujuan agar mobil ketika akan digunakan selalu dalam komdisi yang prima dan maksimal.





KOREKTOR
NILAI
PEMBUAT









Sumber:
https://journal.uny.ac.id
buku new step 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar